Kami Datang Penuhi Panggilan-Mu (Ibadah Haji)

  • January 8, 2015
  • Tips

Kami Datang Penuhi Panggilan-Mu (Ibadah Haji)

Kami-datang-penuhi-panggilanMu-Ibadah-haji-MRE

Kurang dari dua bulan lagi, kota suci umat Islam yaitu Mekkah di Arab Saudi akan dibanjiri oleh umat muslimin dari seluruh penjuru dunia untuk menjalani ibadah haji. Ibadah haji memang bukanlah suatu hal yang diwajibkan, dan hanya dipersyaratkan bagi mereka yang mampu. Namun demikian, sebagai seorang muslim yang taat tentunya seseorang akan memiliki asa yang kuat untuk bisa menunaikan salah satu dari rukun Islam tersebut. Bagi umat muslim di Indonesia khususnya, menunaikan ibadah haji tentunya bukanlah suatu perkara yang sepele. Faktor jarak yang sedemikian jauh dan waktu yang tidak sebentar, membuat biaya naik haji yang dikelola oleh pemerintah atau yang biasa kita kenal dengan Ongkos Naik Haji (ONH) menjadi kurang terjangkau bagi sebagian orang, dan bahkan karena faktor inflasi maka ONH ini semakin lama menjadi semakin mahal. Niat, doa dan motivasi kuat saja rasanya belum cukup untuk bisa membawa kita ke tanah suci untuk beribadah haji. Harus ada usaha dari sisi finansial juga agar kita bisa berhaji. Berikut adalah hal–hal dan kebutuhan yang harus diperhatikan dari sisi finansial apabila kita berniat untuk memenuhi panggilan-Nya :

• ONH. Ongkos Naik Haji ini memiliki dua pilihan : ONH reguler yang saat ini berkisar di angka 30 juta rupiah per orang serta ONH Plus yang berada di kisaran 70 juta rupiah per orang. Apapun pilihan anda, bila saat ini anda punya uang cash sebesar ONH tersebut pun, bukan berarti anda bisa langsung berangkat. Daftar tunggu ONH reguler saat ini berkisar 5–10 tahun, sementara ONH plus paling cepat 2 tahun baru bisa berangkat sejak mendaftarkan diri.

• Pengajian atau selamatan sebelum keberangkatan serta syukuran setelah berhaji. Acara ini sebenarnya bukanlah suatu kewajiban untuk dilaksanakan, namun kultur sosial masyarakat kita cenderung seperti mensyaratkan seorang calon haji untuk membuat acara selamatan sebelum ia berangkat haji, dan mengadakan acara tasyakuran setelah ia kembali dari tanah suci.

• Uang saku selama berada di tanah suci. Bila kita mengikut rombongan haji yang dikelola oleh pemerintah tentu urusan logistik dan makanan sudah ditanggung oleh pemerintah. Namun akan lebih bijak bila kita menyiapkan sejumlah dana cadangan, siapa tahu dibutuhkan untuk jajan, naik taksi, atau keperluan lainnya.

• Oleh–oleh. Bukan rahasia lagi, jemaah haji maupun umrah dari Indonesia selama di tanah suci selain untuk beribadah juga terkenal giat berbelanja. Hitung dari awal siapa saja orang di tanah air yang akan anda beri buah tangan dari Arab. Hal itu bisa membuat anda lebih terkontrol dalam berbelanja. Kebanyakan berbelanja bisa membuat bagasi anda overweight. Alih-alih sibuk berbelanja yang berakibat mengurangi porsi ibadah selama di tanah suci, pertimbangkan untuk membeli barangnya di toko oleh-oleh haji yang banyak terdapat di kota-kota besar di Indonesia.

• Jangan lupakan keluarga yang ditinggalkan di Indonesia. Bagi mereka yang berangkat berhaji, mungkin saja ada anggota keluarga atau siapapun yang selama ini bergantung pada mereka secara finansial yang ditinggalkan di rumah. Tentu anda tidak ingin dong, selama anda menunaikan ibadah haji anak–anak anda dirumah puasa tidak makan selama sekian lama. Maka dari itu sebelum berangkat coba estimasikan dahulu pengeluaran untuk orang-orang yang anda tinggalkan berapa sih. Termasuk juga pengeluaran untuk cicilan kredit, listrik, PAM, uang sekolah, dan lain sebagainya. Akan lebih bijak lagi bila anda menyiapkan asuransi jiwa bagi diri anda, karena memang orang yang beribadah haji tidak selalu dapat kembali berkumpul bersama keluarga dirumah. Dan bila hal tersebut menimpa kita, maka tentunya sudah ada jaminan finansial untuk kelangsungan hidup orang-orang yang kita tinggalkan.

Dari sekian banyak hal yang harus dipersiapkan secara finansial, tentu kita sudah dapat menerka sebenarnya berapa sih kebutuhan total kita selama menjalankan ibadah haji?. Dan untuk memenuhi target angka tersebut, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan :

• Menabung secara reguler lewat bank. Cara ini adalah cara yang paling jamak dilakukan oleh orang-orang. Dari biaya pendaftaran haji saat ini, anda bisa mengestimasi berapa besar dan berapa lama anda bisa menabung. Semakin lama target waktu anda berangkat haji, maka jumlah yang ditabungkan akan semakin kecil, begitu pula sebaliknya.

• Investasikan uang tabungan anda. Sudah menabung untuk biaya haji tapi jumlah uangnya kok bertambahnya tidak signifikan yach?. Maka untuk mengoptimalkan pertumbuhan jumlah uang anda serta mempersingkat waktu masa tunggu berhaji, alokasikan uang tabungan kita itu dalam bentuk logam mulia ataupun reksadana.

• Dana talangan haji. Beberapa bank saat ini sudah memiliki produk Dana talangan haji ini, dimana pihak bank membayarkan biaya pendaftaran haji kepada pemerintah, dan kemudian kita yang akan mencicil sejumlah dana kepada pihak bank. Sisi positif dari produk ini adalah kita menghemat waktu untuk bisa mendaftar haji, sehingga kita cukup menunggu waktu keberangkatannya saja. Sama–sama mencicil menabung, kalau dengan produk ini kita mencicilnya belakangan karena biaya pendaftaran haji sudah ditalangi oleh pihak bank.

Jadi apapun pilihan dan cara anda untuk bisa memenuhi panggilan-Nya, niatkan seutuhnya untuk beribadah kepadaNya dan optimalkan usaha anda untuk bisa menjalaninya.

Salam,

Andy Nugroho, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial

Kontak Kami

0897-6503-291

info@mre.co.id

More from our blog

See all posts