Tips berbisnis bersama pasangan

“Tips berbisnis bersama pasangan”

Berbisnis-Bersama-Pasangan-MREBersama pasangan segalanya akan terasa indah. Apakah hal itu juga berlaku dalam dunia bisnis? Berikut adalah tips bagi anda yang ingin menjalankan bisnis bersama pasangan.

Sejalan dengan irama kehidupan yang semakin dinamis, yang membutuhkan kemandirian finansial setiap orang. Maka isu mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjalankan usaha keluarga menjadi kebutuhan yang semakin diminati orang.

Usaha keluarga tidak berarti usaha yang didapat dari warisan turun temurun. Membangun usaha bersama pasangan juga bisa menjadi salah satu cara membangun usaha keluarga . Selain itu berbisnis bersama pasangan bisa menjadi salah satu cara praktis dan efisien dalam  menjalankan  urusan  rumah tangga dengan urusan bisnis dibawah satu atap. Namun memerlukan perencanaan yang matang, landasan kepercayaan yang tinggi satu sama lain dan komunikasi  yang konstruktif untuk membuatnya berhasil. Jika kemitraan Anda berubah menjadi perlombaan kekuatan , baik bisnis dan perkawinan itu sendiri berada  dalam bahaya. Sebaliknya,  jika masing-masing cuma saling mengandalkan satu sama lain maka bisnisnya bisa menjadi kegiatan  buang-buang duit saja.

Baca juga artikel terkait bagaimana membicarakan masalah uang dengan pasangan anda. Baca artikel selengkapnya disini

Jalankan saja 5 langkah tepat berbisnis bersama pasangan  berikut ini. Mudah-mudahan  bisa membantu  Anda dan pasangan membangun usaha dengan cara yang menyenangkan  dan tentu saja menguntungkan…ehm .. sampai maut memisahkan kita :

  1. Bagi tugas dan tanggung jawab pekerjaan secara terbuka dan adil
    Meskipun Anda berdua mempunyai keahlian dalam menjalanakan tugas perusahaan dana dalam hal melayani pelanggan, namun sangatlah penting membuat peraturan dan membagi  tanggung jawab sehingga tidak saling melangkahi wewenangnya. Banyak pasangan yang berbisnis bersama menetapkan sistem “ front office “dan “ back office”. Jadi , salah satu pasangan mengurusi urusan penjualan dan berhubungan dengan para pelanggan. Yang lain bertanggung jawab mengurus masalah dapurnya seperti operasional harian, dan keuangan .  Namun, keputusan besar seperti memperkerjakan karyawan baru atau menanamkan modal lebih banyak untuk  perluasan usaha sebaiknya diputuskan atas kesepakatan bersama pasangan anda. Inilah cara yang cukup baik untuk berbagi kekuasaan dan meminimalkan pertengkaran
  2. Bangunlah cara yang efektif dalam mengatasi perbedaan dan memecahkan masalah
    Komunikasi yang baik sangat penting dalam kehidupan perkawinan, dan hal itu berlaku juga pada bisnis. Jika masalah sepele seperti  membeli komputer saja tidak bisa berkompromi , selanjutnya akan lebih  sulit lagi memecahkan begitu banyak masalah yang lebih besar lagi sejalan dengan berkembangnya usaha. Supaya terjalin komunikasi yang baik itulah perlu diadakan  rapat mingguan, misalnya pada hari Senin pagi. Tujuannya untuk mereview perkembangan usaha pada minggu sebelumnya agar rencana bisnis yang ditetapkan tetap berjalan selanjutnya. Jika terjadi masalah dalam suatu minggu tersebut, bisa diselesaikan saat itu, atau menunggu sampai rapat berikutnya. Apapun pendekatan yang dipakai bisa saja dijalankan yang penting terjalin komunikasi dan masing-masing menyetujui keputusan bersama.
  3. Tetapkan tugas pengasuhan anak. Tidak selalu bekerja di rumah dapat dilakukan sambil mengasuh anak, malah sebaliknya. Jika anak-anak berlari-lari keliling ruang kerja Anda minta perhatian, akan sulit menyelesaikan pekerjaan bukan ? Anda bisa membagi tugas pengasuhan anak ini secara bergantian , sehingga masing-masing bisa fokus bekerja pada gilirannya. Cara lain adalah dengan tetap mempekerjakan  pengasuh anak secara penuh atau paruh waktu, atau mendaftarkan anak Anda ke tempat penitipan anak. Sehingga tetap bekerja seperti biasa, kemudian jam istirahat digunakan untuk bermain dengan anak, membantu mengerjakan PR-nya atau menjemput sekolah.
  4. Pastikan memiliki  ruang kerja dan sistem administrasi yang terorganisir. Ada orang yang tidak keberatan dengan ruangan kerja yang penuh orang dan sedikit berantakan. Sebagian orang lainnya lebih membutuhkan privasi dengan ruangan yang rapi agar bisa konsentrasi. Jadi tidak selalu Anda berdua bersama-sama terus , bahkan ketika sedang bekerja sekalipun. Jika berbisnis bersama pasangan akan diawali dari rumah, kemungkinan tidak ada cukup tempat untuk mempunyai ruangan sendiri-sendiri. Namun paling tidak buatlah sistem administrasi yang teroganisisr agar segala sesuatu berada pada tempatnya.
  5. Tentukan tujuan bersama dalam berbisnis bersama pasangan. Memang tidak mudah memprediksikan bagaimana suatu usaha akan berjalan dimasa depan, ketika usahanya sendiri baru akan dimulai atau bahkan sama sekali belum dimulai. Namun demikian sangatlah  penting  menentukan kearah mana suatu  bisnis  akan dibawa. Apakah bisnis nya hanya dimaksudkan untuk sekedar menambah penghasilan keluarga saja sehingga cukup dijalankan secara konservatif. Atau mencapai tujuan yang lebih ambisius seperti menjadi konglomerat, sehingga usaha harus dijalankan dengan agresif. Perbedaan keduanya akan mempengaruhi seberapa besar risiko yang bisa diambil dalam berbisnis terutama hal yang berkaitan dengan uang. Karena itu milikilah tujuan-tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang dalam berbisnis dan sesuaikanlah dengan anggarannya. Duduk dan diskusikanlah perihal tujuan yang ingin dicapai bersama pasangan.

 

Jika diantara Anda berdua masih saja terdapat keraguan tentang ke lima langkah diatas , sebaiknya segera diuangkapkan apa yang menjadi ganjalan . Duduklah bersama  dan bicarakan segala  keberatan yang ada secara jujur dan terbuka  sebelum menjalankan  usaha bersama .
Demikian tips berbisnis bersama pasangan yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.
Penulis     : Mike Rini Sutikno, CFP
Mitra Rencana Edukasi
 – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Mitra Rencana Edukasi – MRE Indonesia, Blog Kemandirian Finansial Blog

Leave a Comment

Kontak Kami

0897-6503-291

info@mre.co.id

More from our blog

See all posts