Dongeng-dongeng Investasi

Dongeng-investasi-MRE“Dongeng-dongeng Investasi”

Pada masa kecil kita  mungkin pernah percaya bahwa beberapa dongeng-dongeng yang diceritakan orang tua atau dari buku-buku cerita benar-benar terjadi. Sebut saja kisah Pangeran dan Cinderella, Hansel dan Grettel, Si Putih Salju dan 7 Kurcaci,

Bawang Merah Bawang Putih , dan lain-lain. Tidak semua kisah dongeng berakhir bahagia karena ada juga yang berakhir sedih . Kisah-kisah dongeng itu sangat menakjubkan sehingga membuat kita ikut tersenyum bahagia atau terharu sedih .

Tidak ketinggalan kisah-kisah komik superhero semacam Superman, Spiderman, X-Man, atau Batman.  Saat itu kisah dongeng atau komik superhero terasa begitu nyata, sehingga  tidak ada yang lebih seru daripada membayangkan diri kita menjadi putri kerajaan yang ditolong oleh sang pangeran atau  bisa terbang dan terkalahkan seperti tokoh-tokoh komik itu.

Begitu Anda  cukup besar atau masuk usia sekolah pelan-pelan  mulai menyadari bahwa dongeng-dongen tadi cuma kisah cerita. Dongeng atau cerita rakyat, memang bukan kejadian yang sebenarnya, namun begitu meyakinkannya pada saat itu kita percaya bahwa cerita-cerita itu bisa dan pernah terjadi

Dalam dunia investasi juga  terdapat banyak dongeng (dongeng investasi). Sayang sekali banyak orang yang menganggap dongeng investasi ini sebagai pedoman dalam mengambil keputusan-keputusan investasi. Padahal seperti kita ketahui, dongeng adalah cerita yang dibuat-buat dan bisa jadi hanya isapan jempol belaka . Namun, memang tidak heran jika banyak orang yang percaya, sebab dongeng investasi memang bisa sangat meyakinkan. Apalagi dengan banyaknya produk investasi, cara berinvestasi dan istilah-istilah investasi yang rumit dan membingungkan . Untuk mengurangi kebingungan itu  orang jadi cenderung mengambil keputusan-keputusan investasi berdasarkan dongeng.

 

Berikut ini adalah beberapa dongeng invesatsi yang paling  terkenal yang sering dijadikan orang sebagai pedoman dan bagaimana agar Anda sebagai investor tidak terjebak karenanya , antara lain :

 

Dongeng Investasi 1

Menyerahkan uang Anda ke tangan para ahli keuangan atau lembaga keungan ternama. Mereka ahli dalam bidangnya dan bereputasi baik.

Dongeng  ini hidup dan terus bertahan, karena berbagai  lembaga keuangan rela menghabiskan banyak milyaran rupiah secara rutin untuk menciptakan ilusi dari kredibilitas, memberikan  kesan yang representatif yang bisa menutupi kekurangan  sebenarnya, dan untuk meyakinkan Anda bahwa kepedulian dan perhatian utama mereka adalah kesejahteran finansial Anda, walaupun sebenarnya tujuan utama mereka adalah : menjual, menjual dan menjual.

Tugas mereka bukanlah untuk menyediakan Anda dengan informasi dan saran yang obyektif , tetapi bagaimana bisa mendapatkan tanda tangan Anda dalam formulir aplikasi penyertaan  investasi.

Karena itu Andalah satu-satunya yang paling bertanggung jawab  untuk melihat, menilai, dan mempertimbangkan segala kelebihan dan kekurangan suatu produk investasi diluar berbagai bentuk gimmick penjualan dalam  promosi  iklan produk-produk investasi ,. Sehingga Anda bisa menemukan produk investasi apa yang paling cocok dengan situasi dan kondisi finansial Anda.

 

Dongeng Investasi 2

Fasilitas bebas pajak  merupakan pertimbangan utama dari pemilihan suatu produk investasi.

“ Pajak yang ditangguhkan,” “ Potongan Pajak,”,  “ Bebas Pajak “ adalah rayuan-rayuan maut yang sangat ampuh  yang digunakan untuk menggembala  milyaran rupiah ke dalam kantong uang  para penjual produk investasi.  Rayuan bebas pajak  juga biasa dijadikan  pemanis untuk menutupi kecilnya hasil return investasi.

Alasan dibalik suksesnya strategi promosi tersebut adalah karena kebanyakan orang  mau melakukan apa saja untuk menghemat pajak. Akibatnya mereka bisa mengambil keputusan investasi yang kurang matang dan tidak fokus pada target tujuan investasinya, Untuk mengejar investasi bebas pajak orang juga seringkali mengabaikan fleksibilitas setoran dan penarikannya sehingga agak kehilangan kendali terhadap investasinya. Orang bisa jadi terkena biaya-biaya penalty yang tidak perlu akibat kurangnya fleksibilitas tersebut . Orang memang cenderung melakukan hal-hal tersebut, hanya untuk menghindari pajak.

 

Karena itu dalam berinvestasi sebaiknya, memprioritaskan hal-hal sebagai berikut :

1.    Tujuan keuangan , untuk tujuan keuangan apa Anda berinvestasi ? Apakah untuk mengumpulkan sejumlah dana cadangan, mempersiapkan dana cadangan, mempersiapkan dana pendidikan anak, dana pensiun, merencanakan membuka usaha ,
2.    Produk investasi apakah yang paling ideal atau yang paling optimal untuk situasi dan kondisi finansial Anda , sebagai berikut :

a ) Jangka waktu investasi, berapa lama waktu yang Anda miliki untuk mewujudkan  tujuan keuangan tersebut. Jangan sampai  berinvestasi dalam produk investasi yang berisiko tinggi untuk jangka waktu investasi yang sangat pendek, bisa-bisa Anda kehilangan sejumlah besar pokok investasi Anda, demikian juga sebaliknya ;

b) Kekuatan dana Anda dalam berinvestasi , berapa jumlah uang yang bisa atau yang mampu Anda sisihkan dari harta tunai  atau dari penghasilan Anda untuk diinvestasikan;

c ) Pengetahuan Anda mengenai produk-produk investasi , seberapa pahamkah Anda terhadap produk investasi yang ditawarkan atau yang sedang Anda pertimbangkan untuk  dibeli. Hindarilah  membeli suatu produk investasi yang belum Anda mengerti;

d) Pengalaman Anda dalam berinvestasi, tahu banyak mengenai produk investasi saja tidak sama dengan melakukannya. Namun jika Anda ingin mencoba sutau jenis investasi tertentu untuk tujuan belajar, mulailah dengan jumlah kecil dan pastikan investasi untuk tujuan keuangan lain tidak terganggu,
3.    Terakhir, barulah dipertimbangkan mengenai kemungkinan adanya keringanan pembayaran pajak atau tidak, yang tentunya diharapkan bisa membuat performance investasi Anda lebih baik lagi.

Jika Anda harus memilih hanya  salah satu saja dari beberapa produk investasi , maka kualitas dari produk investasinya dalam membantu Anda mencapai tujuan keuangan yang diinginkan  jauh lebih penting daripada berbagai fasilitas keuntungan pajaknya.

 

Dongeng Investasi 3

Anda terlalu sibuk ! 

Anda bekerja dari pagi sampai malam setiap hari,  membuat Anda  tidak sempat lagi untuk melakukan hal-hal lain begitu sampai  dirumah. Anda selalu saja mempunyai pekerjaan atau kegiatan yang lebih penting  daripada mengevaluasi  perkembangan investasi Anda. Serahkan saja pada perencana keuangan, akuntan , atau broker Anda, karena Anda tidak punya waktu untuk itu. Anda yakin kalau Anda bahkan terlalu sibuk untuk mengurus uang Anda sendiri yang sudah didapat dengan susah payah itu ? Walaupun Anda  sudah terbiasa berurusan dengan uang atau paling tidak sudah terbiasa bekerja keras setiap harinya untuk mendapatkan uang , namun kemungkinan Anda malah diberitahu bahwa  dunia keuangan dan investasi sangat berbahaya  dan rumit sehingga Anda memutuskan untuk tidak mengelolanya sendiri atau mengabaikannya saja.

Sesungguhnya Anda tidak akan pernah terlalu sibuk untuk  mengelola uang Anda sendiri, mempelajari dan memahami fakta-fakta yang benar tentang investasi dan bukan berbagai macam dongeng atau isapan jempol tentang bagaimana seharusnya  mengelola uang Anda dan berinvestasi . Kemudian benar-benar melaksanakan apa yang sudah Anda pelajari serta rutin dan sabar dalam melakukan evaluasi tidak akan membuat Anda kehilangan jam produktif , waktu bersenang-senang atau jam tidur Anda. Justru jika Anda tidak menginvestasikan waktu Anda dulu sebelum melakukan investasi, kemungkinan malah Anda jadi sulit tidur .

Dongeng Investasi 4

Bisa  kaya dengan cepat

Memang benar, kenyataannya banyak produk investasi atau cara berinvestasi yang bisa membuat orang menjadi kaya dengan cepat, sayangnya bukan Anda yang cepat kaya , tetapi yang pasti penjualnya atau perusahaannya   bisa cepat kaya karena banyak orang yang membeli produk investasi yang dijualnya.

Tidak peduli betapapun tingginya return yang dijanjikan, atau jika dikatakan penawaran investasinya sangat terbatas sehingga Anda harus buru-buru membelinya, atau isu, rumour, informasi pasar   yang bisa Anda dapat  dengan sedikit bayaran dari seseorang yang mengaku pakar investasi dan berjanji akan memberitahu Anda rahasia-rahasia menjadi jutawan dalam semalam,  Berhati-hatilah ! Satu-satunya metode yang telah terbukti untuk mengumpulkan harta kekayaan adalah cara lama yang ampuh : buatlah uang itu bekerja untuk Anda , dengan terus belajar, praktek, dan perlahan-lahan serta  hati-hati alokasikankanlah dana tersebut kedalam berbagai investasi yang Anda pahami dan risiko investasi nya masih bisa Anda toleransi .

 

Penulis     : Mike Rini Sutikno, CFP.
Mitra Rencana Edukasi
 – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Mitra Rencana Edukasi – MRE Indonesia, Blog Kemandirian Finansial Blog

Kontak Kami

0897-6503-291

info@mre.co.id

More from our blog

See all posts