(Tanya Jawab) Perlukah Menutup Usaha Yang Sepi?

 “Perlukah menutup usaha yang sepi”

Perlukah-Menutup-Usaha-Yang-Sepi-MRE

Menutup usaha sebaiknya hanya dilaksanakan sebagai langkah terakhir, misalnya ketika usaha memiliki kewajiban hutang jauh lebih besar dari assetnya sehingga tidak sanggup mengembalikan pinjaman.

 

Mbak Mike yang pintar,

Kami sekeluarga membuka sebuah restoran sejak tahun 2002, tapi sayangnya penjualan yang dilakukan tidak berhasil menutup biaya yang diperlukan untuk operasionalnya.
Akhirnya kami kehabisan uang, sehingga berniat untuk menjualnya, tapi sampai sekarang belum laku juga. Apakah sebaiknya restoran itu kami tutup saja?

Oktaverina Anita. Jakarta Selatan.

 

Jawab :

Tindakan menutup usaha dan menjual harta kekayaan dari sebuah usaha atau dikenal dengan istilah melikuidasi perusahaan adalah suatu langkah yang diambil setelah perusahaan atau usahanya bangkrut. Karena itu tindakan melikuidasi usaha sebaiknya hanya dilaksanakan sebagai langkah terakhir, misalnya ketika usaha memiliki kewajiban hutang jauh lebih besar dari assetnya sehingga tidak sanggup mengembalikan pinjaman. Jika anda memang sudah berniat menutup usahanya.

Namun dalam masa menjual restaurant (menutup usaha) tersebut, sebaiknya operasionalnya dihentikan saja, dengan pertimbangan sebagai berikut :

1. Jika sampai saat ini restaurant masih tetap berjalan dengan kondisi pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan, maka jika diteruskan kerugian Anda akan bertambah besar.

2. Dalam usaha menjual restauran kemungkinan akan banyak datang investor atau pembeli yang berminat. Hal ini mungkin akan menggangu kenyamanan pengunjung.Bahkan bisa memberi publisitas yang buruk untuk restaurant Anda.

3. Menghemat waktu dan tenaga. Dengan menghentikan operasional restaurant selain menhentikan kerugian berupa uang juga bisa menghemat waktu & tenaga. Selanjutnya Anda bisa berkonsentrasi agar segera mendapatkan pemasukan kembali dengan cara menjual restauran tersebut.

Hanya jika Anda sudah memutuskan untuk menutup usaha restaurant tersebut, barulah langkah-langkah diatas dijalankan.

Perlu diperhatikan bahwa keputusan untuk menutup usaha harus diperhitungkan dengan matang. Jika dengan alasan merugi, maka harus diketahui berapa persis kerugiannya dan apa yang menyebabkan kerugiannya. Jika sedikit-sedikit usaha merugi lalu kita putus asa dan memutuskan untuk berhenti begitu saja tanpa ada usaha-usaha perbaikan, kita cuma akan buang waktu, tenaga dan uang. Paling tidak lakukanlah analisa keuangan yang sederhana sehingga bisa menjadi dasar keputusan yang kuat bagi keputusan selanjutnya.

Jika seperti Anda katakan bahwa kerugian dikarenakan hasil penjualan tidak sanggup untuk menutup biaya operasionalnya, maka harus diketahui terlebih dahulu berapa jumlah persisnya pemasukan dari penjualan selama setahun dan berapa biaya operasional rata-rata perbulannya. Jika penjualan tidak mengalami kenaikan setahun terakhir, berarti Anda harus menerapkan strategi pemasaran yang lebih baik lagi agar omset penjualan meningkat. Strategi penjualan bukan hanya promosi secara efektif, kretif dan agresif namun juga harus diimbangi dengan perbaikan harga dan kualitas dari makan & minuman yang dijual. Hal ini juga harus mempertimbangkan target market dari restaurant Anda. Sebab target menengah ke bawah sangat sensitive terhadap harga, sedangkan market menengah atas lebih mengutamakan citarasa, kualitas dan pelayanan. Yang pasti untuk bisnis restaurant citarasa masakan harus bisa bersaing, lebih baik kalau mempunyai ciri khas sehingga orang lebih mudah mengingatnya. Perbaikan pelayanan juga faktor yang berpengaruh terhadap besar kecil omset penjualan, tempat yang bersih, higienis, sejuk dan nyaman tentu disukai pelanggan. Apalagi sekarang sedang trend layanan antar, jika orang bisa tetap menikmati masakan restaurant Anda tanpa harus keluar rumah tentu akan memenangkan hati pelanggan.

Sedangkan di sisi pengeluaran, buatlah data mengenai komponen-komponen pengeluaran Anda beserta cara pembayaran masing-masing. Adakah pengeluaran yang dilakukan harian, mingguan atau bulanan. Bisakah beberapa pengeluaran tersebut dibuat dengan pembayaran bertempo sehingga meringankan cashflow Anda. Kemudian cobalah untuk menemukan apakah  ada pengeluaran yang bisa dihemat. Mungkin selama ini jumlah produksi makanan terlalu besar dibandingkan penjualannya, sehingga terlalu banyak makanan sisa. Anda bisa pertimbangkan untuk mengurangi penjualan atau melakukan variasi makanan dan minuman yang lebih digemari orang. Produksi bisa kembali ditingkatkan jika omset penjualan juga meningkat. Bagaimana dengan pengeluaran biaya seperti telpon, listrik, transportasi, juga biaya memasak dan kebersihan, bisakah jumlahnya di kurangi.

Apapun keputusan yang diambil apakah tetap meneruskan usaha restaurant atau menutup usaha tersebut, maka haruslah melalui suatu perhitungan yang matang. Anda bisa menutup usaha dan melikuidasi restaurant tersebut jika tidak berhasil menemukan langkah-langkah perbaikannya. Sebaliknya walaupun usahanya restaurant tersebut sudah merugi namun jika Anda masih ingin mengusahakan segala sesuatunya maka Anda masih berkesempatan untuk meneruskan usaha restaurant tersebut. Tentunya dengan syarat bahwa kinerjanya juga harus diperbaiki, sehingga kerugian yang terjadi bisa berangsur-angsur dikurangi.

 

Selamat berbisnis.

Penulis     : Mike Rini Sutikno, CFP.
Mitra Rencana Edukasi
 – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Mitra Rencana Edukasi – MRE Indonesia, Blog Kemandirian Finansial Blog

Leave a Comment

Kontak Kami

0897-6503-291

info@mre.co.id

More from our blog

See all posts